AKSESNEWS.COM, TERNATE – Asisten III bidang Administrasi umum Setda Malut, Asrul Gailea membuka kegiatan Focus Group Discussion (FGD) revitalisasi BUMD perusda Kie Raha Mandiri yang dilaksanakan di hotel Grand Majang, Selasa (22/8/23).
Dalam sambutannya Asrul mengatakan, menghadapi era persaingan revolusi industri 4.0 Badan Usaha Milik Daerah (Perusda) Kieraha dituntut untuk selalu berorentasi pada pemikiran dan perilaku bisnis yang profesional, berlaku efisien, efektif, produktif dan antisipatif serta mampu bersaing untuk memenangkan persaingan yang semakin ketat.
Lanjut Asrul, saat ini BUMD diharapkan memiliki keunggulan komparatif dan kompetitif dalam menghadapi tantangan bisnis yang sangat kompleks, sehingga perlu strategi dan penataan diri untuk berubah dan belajar, bila hal tersebut tidak dilakukan, maka BUMD akan tereliminasi oleh lingkungan dan persaingan bisnis yang terjadi saat ini.
Sebagai salah satu pelaku ekonomi daerah, BUMD diharapkan menjadi salah satu penggerak bagi perekonomian daerah, antara lain melalui
kegiatan usaha dalam rangka memenuhi kebutuhan masyarakat baik berupa barang maupun jasa.
Sebagaimana sebuah perusahaan, perusahaan daerah dapat dijadikan sebagai salah satu pilar ekonomi penting yang berkontribusi bagi kinerja perekonomian daerah.
Kontribusi ekonomi tersebut dalam bentuk pembayaran pajak, penyerapan tenaga kerja, penyediaan pelayanan publik, dan pemberian dividen kepada pemerintah daerah.
“BUMD diharapkan berperan meningkatkan kinerja pembangunan ekonomi daerah, menjadi sumber pendapatan asli daerah, membuka lapangan kerja, serta memenuhi kebutuhan dan memudahkan layanan publik terhadap masyarakat, “ucapnya.
Asrul juga berharap, melalui forum FGD ini semua pihak diminta untuk mencari penyelesaian dari setiap permasalahan yang terdapat dalam perusda Kie Raha Mandiri.
“Semoga ada solusi untuk melakukan perbaikan dan peningkatan BUMD Perusda Kie Raha Mandiri yang lebih berkembang ke depan, “ungkap Asrul.
Pada kegiatan FGD juga melibatkan akademisi dari FEB Unkhair Ternate sebagai narasumber yang di hadiri oleh Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Mulyadi Wowor, Sahli bidang Kemasyarakatan dan SDM, Nurlela Muhammad, asisten II bidang Perekonomian dan pembangunan, Sri Haryanti Hatari, Plt Kepala Badan Bapelitbangda, Asrul Fajri Tamerti, para Pimpinan OPD Terkait dan para peserta FGD. (*)
Baca Juga :
Berita Terkait
Inklusi Keuangan Malut Masih Tertinggal di Tengah Lonjakan Ekonomi, Ada Apa?
AKSESNEWS.COM, TERNATE – Di tengah lonjakan pertumbuhan ekonomi yang impresif, Provinsi Maluku Utara menghadapi ironi dengan sektor yang menyerap tenaga kerja terbesar...
BUMD Pangan Didorong Jadi Penjaga Harga di Tengah Ledakan Ekonomi Maluku Utara
AKSESNEWS.COM, TERNATE — Ledakan pertumbuhan ekonomi Maluku Utara yang menembus di atas 30 persen belum sepenuhnya menjamin stabilitas harga pangan. Di tengah...
Dorong Kemandirian Ekonomi Warga, Harita Nickel Hadirkan Sapa Ramadan di Permukiman Baru Kawasi
AKSESNEWS.COM, HALSEL – Aroma khas aneka takjil dan riuhnya interaksi warga seketika mengubah wajah area komersial permukiman baru Desa Kawasi setiap menjelang...
Mengelola Air di Jantung Tambang Nikel, Harita Nickel Dinilai Serius Jaga Ekosistem Obi
JAKARTA — Pengelolaan air tambang menjadi salah satu titik paling krusial dalam praktik pertambangan nikel di wilayah tropis. Di Pulau Obi, Halmahera...
Panen Jagung Melimpah, Petani Hero Ino dan Polsek Tobelo Selatan Rayakan Panen Raya 2025
HALMAHERA UTARA – Upaya memperkuat ketahanan pangan kembali diwujudkan Polsek Tobelo Selatan bersama Pemerintah Desa Persiapan Hero Ino melalui gelaran Panen Raya...
Gerakan Pangan Murah di Sofifi Diserbu Warga, Pemprov Malut Tekan Lonjakan Harga Jelang Nataru
SOFIFI – Dalam pemerintahan Sherly-Sarbin asa selalu ada. Tidak hanya dalam rangka memastikan stabilitas pasokan harga pangan jelang Natal dan Tahun Baru...







