AKSESNEWS.COM, TERNATE – Kegiatan Capacity Building untuk Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Maluku Utara tahun 2023 yang dilaksanakan oleh Bank Indonesia bersama TPID dihadiri oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Maluku Utara, Ir. Sri Haryanti Hatari, mewakili Gubernur Maluku Utara. Kegiatan dengan Tema” Sinergi Pengendalian Inflasi Guna Menjaga Ketahanan Pangan di Maluku Utara tahun 2023″, ini bertempat di Sahid Bela Hotel, Senin (26/06/23).
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku Utara yang diwakili Setian dalam sambutannya mengatakan secara Nasional tekanan inflasi dipengaruhi oleh peningkatan harga pada komoditas beras di dorong oleh peningkatan biaya produksi ,seperti pupuk di tingkat petani yang menyebabkan keengganan petani untuk melakukan penanaman beras sehingga menurunkan tingkat produksi beras.
Tekanan inflasi akan terus meningkat sampai akhir tahun 2023 seiring dengan resiko terjadinya El-Nino yang menurut BMKG akan mencapai puncaknya pada bulan September 2023. Hal ini menyebabkan kekeringan pada beberapa daerah sentra produksi di Maluku Utara, seperti Haltim dan Halbar.
Mengantisipasi permasalahan tersebut Presiden RI melalui Kemendagri secara mingguan melaksanakan Rakor Pengendalian Inflasi tahun 2023 dengan harapan masalah yang dihadapi daerah dapat menjadi perhatian Pemerintah Pusat serta mendapat penanganan yang tepat untuk dapat mengendalikan inflasi di tahun 2023.
Dikatakan bahwa kegiatan ini merupakan aksi nyata dalam meningkatkan pemahaman anggota TPID dalam melakukan pengendalian inflasi di daerah masing-masing yang diharapkan setelah mengikuti kegiatan ini agar dapat diimplementasikan di daerah masing- Masing sehingga tekanan inflasi di Provinsi Maluku Utara pada 2023 dapat berada di rentang target inflasi Nasional 3+-%.
Semoga kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi kita semua khususnya dalam menekan tingkat inflasi di tahun 2023. Pentingnya sinergi, komitmen dan koordinasi seluruh pihak merupakan sebuah kunci keberhasilan dalam menekan tingkat inflasi.
Sementara itu Ir. Sri Haryanti Hatari,M.Si dalam mengawali sambutan Gubernur mengatakan, bahwa Provinsi Maluku Utara menjadi Provinsi dengan tingkat pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia pada kuartal I tahun 2023. Menurut data dari BPS bahwa PDRB Maluku Utara mencapai 16,5% secara tahunan(yoy). Hal ini menandakan bahwa pertumbuhan ekonomi di Maluku Utara cukup kuat. Bahkan pada tahun ini Provinsi Maluku Utara masuk sebagai Provinsi tertinggi pertumbuhan ekonomi Nasional.
Menurut Sri, salah satu pendorong pertumbuhan PDRB di Maluku Utara adalah melesatnya kinerja sektor pertambangan dan penggalian hingga 46,27% (yoy) pada kuartal I tahun 2023, di samping sektor industri pengolahan serta pengadaan listrik dan gas.
Selanjutnya Gubernur mengatakan pada bulan Mei kota Ternate mengalami inflasi year on year (yoy) sebesar 5,71% dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 114,47%. Sedangkan komoditas penyumbang inflasi pada bulan Mei yaitu: Bensin, Beras, Bawang merah, Angkutan Udara, Tomat, Jangkung, Minyak Goreng, dan Lemon.
“Sebagai Kepala Daerah saya sangat berterima kasih dan mengapresiasi pelaksanaan kegiatan ini. “Saya menaruh harapan besar kepada para peserta agar mengikuti kegiatan ini dengan serius dan cermat sehingga dapat membawa manfaat untuk daerah kita, “jelas Sri Haryanti menyampaikan sambutan Gubernur.
Sri Haryanti juga berharap, melalui kegiatan Capacity Building ini TPID Provinsi Kabupaten/ Kota se-Provinsi Maluku Utara semakin berkompeten dalam upaya pengendalian inflasi di Maluku Utara.
“Semoga dengan kegiatan ini semakin menguatkan kesolidan di antara anggota TPID serta Stakeholder pendukung dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok, sekaligus menjaga pertumbuhan ekonomi yang baik di Provinsi Maluku Utara, “harap Gubernur melalui Asisten Perekonomian dan Pembangunan Ir. Sri Haryanti Hatari.
Pada kesempatan ini, lanjut Sri Haryanti, atas nama Pemerintah Provinsi Maluku utara berharap kerjasama semua pihak untuk tetap menjaga stabilitas pertumbuhan ekonomi yang baik di Provinsi Maluku Utara, semoga dengan kerjasama yang sinergis antara perangkat daerah, Instansi Vertikal dan Stakeholder terkait, pelayanan kepada masyarakat dapat terlaksana dengan optimal serta dapat meminimalisir munculnya permasalahan di masyarakat.
Kegiatan ini juga menghadirkan Narasumber online Neva Andina Ekonom senior kelompok ekonomi makro inflasi Bank Indonesia, Sri Purwanti Analis kebijakan ahli muda bidang koordinasi ekonomi makro dan keuangan kementrian perekonomian mewakili TPIP, Anggota TPID Provinsi Maluku Utara, insan Pers serta Para Undangan lainnya. (*)
Baca Juga :
Berita Terkait
PERHAPI dan KATAM Dukung Langkah Industri Nikel di Pulau Obi Untuk Diakui Dunia
TERNATE – Langkah Harita Nickel dalam mengejar sertifikasi dan audit keberlanjutan berskala internasional mendapat respon positif dari elemen di daerah. Perhimpunan Ahli...
BNI Perkenalkan Fitur Keamanan Baru, Penipuan Berkedok Telepon Kini Terbendung
AKSESNEWS.COM, TERNATE – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) kembali menghadirkan inovasi baru untuk meningkatkan keamanan layanan perbankan digital melalui aplikasi...
Ekonomi Malut Melonjak, Sherly Tjoanda Pilih Fokus Jalan Rusak dan Anak Putus Sekolah di Maluku Utara
AKSESNEWS.COM, TERNATE — Gubernur Sherly Tjoanda membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD 2027 Provinsi Maluku Utara di Bela Hotel, Kamis (7/5), dengan...
Gerak Cepat Pasca Gempa Ternate, Harita Nickel Salurkan Bantuan Logistik untuk Warga
AKSESNEWS.COM, TERNATE – Gempa bumi bermagnitudo 7,6 yang mengguncang Kota Ternate dan wilayah sekitarnya pada Kamis lalu menyebabkan kerusakan permukiman serta mendorong...
Kapolda Maluku Utara Pimpin Aksi Berbagi Takjil di Kota Ternate
AKSESNEWS.COM, TERNATE – Momentum bulan suci Ramadan dimanfaatkan jajaran Kepolisian Daerah Maluku Utara untuk semakin mendekatkan diri dengan masyarakat melalui aksi berbagi....
Inklusi Keuangan Malut Masih Tertinggal di Tengah Lonjakan Ekonomi, Ada Apa?
AKSESNEWS.COM, TERNATE – Di tengah lonjakan pertumbuhan ekonomi yang impresif, Provinsi Maluku Utara menghadapi ironi dengan sektor yang menyerap tenaga kerja terbesar...







