Langsung ke isi
Minggu, 4 Oktober 202614.05 WIT
TIDORE · MALUKU UTARA
Minggu, 4 Oktober 2026 · 14.05 WIT
Advertorial

Eksplorasi Marischka Prudence Ungkap Pesona Tersembunyi di Laut Pulau Obi

Bagikan
Eksplorasi Marischka Prudence Ungkap Pesona Tersembunyi di Laut Pulau Obi
Konten Kreator dan Penyelam Profesional, Marischka Prudence, bersama Team Marine Harita Nickel saat menyelam di perairan Pulau Obi, Halmahera Selatan.

KAWASI – Konten kreator sekaligus penyelam profesional, Marischka Prudence, mengungkap kekagumannya terhadap keindahan bawah laut Pulau Obi, Kabupaten Halmahera Selatan.

Di balik citra Pulau Obi sebagai kawasan pertambangan, Marischka menemukan sisi lain yang menyimpan kekayaan laut luar biasa dan masih terjaga keasriannya.

Eksplorasi bawah laut dimulai sejak kedatangannya di Obi. Dua titik penyelaman yang menjadi sorotan utama adalah Pulau Telor dan Pasturi, yang dikenal memiliki tingkat kejernihan air di atas rata-rata.

“Laut di Pasturi beningnya luar biasa. Dari permukaan air, saya bisa melihat bayangan terumbu karang seperti kaca di area dangkal. Pemandangan seperti ini benar-benar membuat saya tidak ingin berhenti menyelam,” ungkap Marischka.

Sementara itu, kondisi terumbu karang di Pulau Telor juga meninggalkan kesan mendalam. Karakter laut yang tenang dengan hamparan pasir putih menjadi habitat bagi gugusan branch coral yang tumbuh rapat dan sehat.

“Ini pemandangan yang sangat ‘mahal’ bagi kami yang tinggal di Jakarta. Karangnya padat, hidup, dan alami,” tambahnya.

Tak hanya menikmati keindahan alam, Marischka juga terlibat langsung dalam kegiatan transplantasi karang menggunakan media reef cubes. Menurutnya, keterlibatan publik figur dalam aksi konservasi memiliki peran penting dalam meningkatkan kesadaran lingkungan.

“Reef cubes menjadi media tumbuh karang di dasar laut. Upaya seperti ini penting untuk menjaga keberlanjutan ekosistem laut,” jelasnya.

Usai menyelam, Marischka mengunjungi sejumlah pulau kecil di sekitar Obi, di antaranya Pulau Mala-Mala dan Gomumu. Ia menggambarkan suasana senja di Gomumu seperti berada di pulau pribadi.

“Hanya ada grup kami, lautan yang luas, langit biru, dan matahari yang mulai condong. Rasanya sangat eksklusif dan tenang,” tuturnya.

Perjalanan berlanjut ke Desa Soligi, tempat Marischka menyaksikan langsung kearifan lokal masyarakat nelayan. Salah satu yang menarik perhatiannya adalah sistem “parkir” kapal gantung menggunakan katrol tradisional untuk melindungi perahu dari ombak besar.

“Sistem ini sangat fungsional. Saya juga melihat bagaimana hasil laut, seperti kakap merah, langsung diserap perusahaan setempat. Ini menunjukkan ekosistem sosial dan ekonomi yang hidup dan berjalan,” ungkapnya.

Menutup perjalanannya, Marischka berharap keindahan dan keasrian Pulau Obi dapat terus dijaga agar generasi mendatang masih dapat menikmati keajaiban alam bawah laut yang sama. (*)

— AKHIR BERITA —
Bagikan

Berita Terkait