Dikbud Malut Buka Capaian Pendidikan 2025 ke Publik, Fokus Akses Gratis dan Transformasi Digital

AKSESNEWS.COM, TERNATE – Menutup tahun 2025, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Maluku Utara membuka capaian kinerja sektor pendidikan secara terbuka kepada publik.
Melalui Malam Apresiasi Akhir Tahun, Dikbud menjadikan momentum ini sebagai ruang refleksi, evaluasi, sekaligus pertanggungjawaban atas program pendidikan yang telah dijalankan sepanjang tahun.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku Utara, Dr. Abubakar Abdullah, menegaskan bahwa kegiatan tersebut tidak diarahkan sebagai agenda seremonial, melainkan forum transparansi agar masyarakat mengetahui secara langsung capaian, tantangan, dan arah kebijakan pendidikan daerah.
“Publik berhak tahu apa yang sudah kami kerjakan. Ini bagian dari akuntabilitas dan evaluasi bersama,” kata Abubakar.
Sepanjang 2025, Pemprov Maluku Utara menjalankan sejumlah program strategis, mulai dari perluasan akses pendidikan gratis, percepatan digitalisasi pembelajaran, hingga revitalisasi sarana dan prasarana sekolah.

Program pendidikan gratis tercatat telah menjangkau 68.512 peserta didik, terdiri dari 44.381 siswa sekolah negeri dan 24.131 siswa sekolah swasta, termasuk madrasah.
Meski demikian, Abubakar mengakui masih terdapat 34 sekolah swasta yang belum bergabung. Pemerintah daerah, kata dia, terus melakukan pendekatan agar seluruh satuan pendidikan dapat terlibat dalam skema layanan pendidikan gratis.
Di sektor infrastruktur, Pemprov Maluku Utara mengalokasikan anggaran Rp 53,8 miliar untuk revitalisasi 68 sekolah. Pekerjaan meliputi pembangunan dan rehabilitasi ruang kelas, laboratorium, ruang guru, toilet, aula, rumah dinas guru, serta fasilitas pendukung lainnya, yang seluruhnya telah diselesaikan 100 persen.
Transformasi digital juga menjadi fokus utama. Pemerintah daerah melakukan intervensi di 89 sekolah yang berada di wilayah blank spot jaringan internet. Langkah ini diperkuat dengan bantuan Smart TV dari Presiden Republik Indonesia dan mendapat apresiasi dari Kementerian Pendidikan.
Selain itu, melalui APBD 2025, sebanyak 616 unit komputer disalurkan ke 65 sekolah. Untuk tahun 2026, Pemprov Maluku Utara kembali mengalokasikan anggaran Rp 10 miliar untuk pengadaan perangkat komputer.
Penguatan kualitas sumber daya manusia pendidikan turut menjadi perhatian. Sebanyak 226 guru dan kepala sekolah mengikuti pelatihan Deep Learning, koding, dan kecerdasan artifisial (AI), yang didukung dana BOSP Kinerja bekerja sama dengan KGTK Maluku Utara dan Sampoerna Foundation.
Saat ini, Maluku Utara memiliki 6.215 guru, terdiri dari 2.307 PNS, 1.757 PPPK, dan 2.151 guru non-ASN. Sementara melalui Program Indonesia Pintar (PIP) 2025, sebanyak 22.222 siswa SMA, SMK, dan SLB menerima bantuan dengan total anggaran Rp 25,8 miliar.
Abubakar menilai percepatan pembangunan pendidikan di Maluku Utara mulai menunjukkan hasil, baik dari sisi infrastruktur, digitalisasi pembelajaran, maupun peningkatan kapasitas pendidik. Ia juga mengapresiasi peran masyarakat dan insan pers yang aktif mengawal kebijakan pendidikan melalui kritik dan masukan.
“Kritik adalah energi perbaikan. Ke depan, kolaborasi lintas sektor akan terus kami perkuat agar layanan pendidikan semakin menjawab kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Malam Apresiasi Akhir Tahun 2025 digelar di Aula SMK Negeri 2 Kota Ternate, Minggu malam (28/12/2025), dan dihadiri Wakil Gubernur Maluku Utara Sarbin Sehe, Ketua TP PKK Malut, Ketua Komisi IV DPRD Malut, pimpinan OPD, mitra pendidikan, kepala sekolah, guru, serta perwakilan orang tua dan peserta didik. Selain pemaparan capaian 2025, Dikbud Maluku Utara juga menyampaikan arah kebijakan strategis pendidikan tahun 2026. (*)





