
AKSESNEWS.COM, TERNATE – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku Utara berharap pemerintah pusat dapat segera menyelesaikan pembayaran Dana Bagi Hasil (DBH) kurang bayar sektor pertambangan sebesar Rp410 miliar pada tahun 2024.
Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Maluku Utara, Ahmad Purbaya, menyatakan bahwa DBH kurang bayar tersebut sangat dibutuhkan untuk mendukung kelancaran pembayaran berbagai kegiatan yang telah dilaksanakan, termasuk yang melibatkan pihak ketiga.
“Saat ini, kas daerah masih tersedia untuk menyelesaikan pembayaran kegiatan yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK). Namun, untuk sumber dana lainnya, kami masih menunggu transfer DBH kurang bayar dari Kementerian Keuangan RI,” ujar Ahmad Purbaya, Senin (30/12/2024).
Dari total Rp410 miliar yang dijanjikan, hingga kini baru Rp610 juta yang diterima oleh Pemprov Malut. Menurut Purbaya, keterlambatan ini dapat berdampak serius, khususnya pada pembayaran kegiatan yang telah diselesaikan oleh pihak ketiga.
“Kondisi ini tentu berisiko menurunkan kepercayaan masyarakat, terutama pihak ketiga, kepada pemerintah daerah. Kami sangat berharap dukungan pemerintah pusat untuk segera menyalurkan sisa DBH tersebut,” tambahnya.
Pemprov Malut menyampaikan pentingnya pencairan DBH kurang bayar untuk mendukung komitmen daerah dalam menyelesaikan utang bawaan dan mencegah timbulnya utang baru di tahun 2025.
Dengan selesainya pembayaran DBH kurang bayar, pemerintah daerah optimistis dapat menjaga kredibilitas di mata masyarakat dan mitra kerja.
“Pemprov juga akan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk memastikan di penghujung tahun ini ada kebijakan untuk Maluku Utara,”ucap Ahmad Purbaya. (A)
Baca Juga :
Berita Terkait
Pemprov Malut Apresiasi Program Beasiswa Vokasi PELITA Harita Nickel untuk Anak Muda Obi
AKSESNEWS.COM, SOFIFI — Pagi itu menjadi pengalaman yang berbeda bagi belasan anak muda asal Pulau Obi, Halmahera Selatan. Dengan mengenakan pakaian terbaik,...
Dittipideksus Bareskrim Polri Bongkar Perdagangan Sianida Ilegal
AKSESNEWS.COM, JAKARTA — Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri mengungkap praktik perdagangan bahan kimia berbahaya jenis sodium cyanide atau...
Di Balik Transisi Energi, Industri Nikel Maluku Utara Hadapi Tantangan ESG
AKSESNEES.COM, HALSEL – Di tengah berbagai penilaian terhadap praktik industri nikel di Maluku Utara, pakar lingkungan Institut Teknologi Bandung, Dr. Sonny Abfertiawan,...
Ekonomi Malut Melonjak, Sherly Tjoanda Pilih Fokus Jalan Rusak dan Anak Putus Sekolah di Maluku Utara
AKSESNEWS.COM, TERNATE — Gubernur Sherly Tjoanda membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD 2027 Provinsi Maluku Utara di Bela Hotel, Kamis (7/5), dengan...
Wagub Malut Beri Tenggat 35 Hari, OPD Diminta Tuntaskan Temuan BPK
AKSESNEWS.COM, TERNATE – Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, menegaskan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemerintah Provinsi Maluku Utara wajib menuntaskan...
Eksplorasi Marischka Prudence Ungkap Pesona Tersembunyi di Laut Pulau Obi
KAWASI – Konten kreator sekaligus penyelam profesional, Marischka Prudence, mengungkap kekagumannya terhadap keindahan bawah laut Pulau Obi, Kabupaten Halmahera Selatan. Di balik...







