Langsung ke isi
Selasa, 6 Oktober 2026

Sultan Tidore: Sukses Tak Berarti Jika Jidat Tak Menyentuh Lantai Masjid

By Redaksi—
Sultan Tidore: Sukses Tak Berarti Jika Jidat Tak Menyentuh Lantai Masjid

AKSESNEWS.COM, TIDORE – Peresmian Musholla Nurul Iman di RW 01, Kelurahan Gurabati, Kecamatan Tidore Selatan, Selasa (17/2/2027), bukan sekadar agenda seremonial. Momentum itu berubah menjadi ruang refleksi tentang makna pengabdian dan kesuksesan.

Di hadapan jamaah dan tamu undangan, Husain Sjah membuka sambutannya dengan bahasa daerah Tidore

“Jo ngon moi moi papa se yuma yaya se goa io se nongoru hira se bira yang fangare duka se gogoru.” yang diartikan dalam bahasa Indonesia, Sebuah penghormatan kepada seluruh hadirin yang dikasih sayangi

Sultan kemudian menyinggung perjalanan panjang Ahmad Hatari, yang membangun Musholla Nurul Iman bersama keluarga. Ia mengulas kembali kisah pengabdian Hatari di Tanah Papua, hingga kembali ke Maluku Utara dan terpilih dua periode sebagai Anggota DPR RI dari Partai NasDem.

“Semestinya orang Gurabati bangga memiliki Ahmad Hatari,” ujar Sultan.
Namun kebanggaan itu tegasnya, bukan semata soal materi, Bukan pula soal jabatan. Di tengah kesibukan dan tanggung jawab politik yang padat, Ahmad Hatari masih menyediakan ruang paling istimewa bagi masyarakat yakni masjid dan musholla.

Menurut Sultan, pesan terbesar dari pembangunan Musholla Nurul Iman adalah tentang makna kesuksesan.

“Kesuksesan itu tidak ada artinya kalau kitorang pe jidat ini tidak taruh di lantai masjid maupun musholla,” katanya, lugas.

Ia menekankan, dirinya tidak sedang memuji. Ahmad Hatari, menurutnya, tidak membutuhkan sanjungan. Yang dibutuhkan adalah doa.

“Saya berharap ketika bapak dan ibu bersujud, di sujud terakhir, jangan lupa mendoakan beliau dan keluarga agar tetap sehat walafiat,” ucap Sultan.

Pada kesempatan itu, Sultan juga mengajak seluruh hadirin mengirimkan Surat Al-Fatihah kepada almarhumah Ibu Hajjah Mariam, istri pertama Ahmad Hatari.

Musholla yang diberi nama Cahaya Nurul Iman ini, lanjut Sultan, bukan untuk mengagungkan pribadi, melainkan wujud kontribusi nyata bagi umat. Sebagai manusia, masyarakat wajib menyampaikan terima kasih atas dedikasi tersebut.

“Insya Allah bisa dimanfaatkan sebesar-besarnya oleh masyarakat Gurabati,” tuturnya.

Sultan juga menyampaikan bahwa dirinya bersama Wakil Wali Kota Tidore hadir langsung dalam peresmian tersebut sebagai bentuk dukungan moral atas kontribusi yang diberikan.

“Insya Allah apa yang dipersembahkan ini, khususnya di RW 01 Kelurahan Gurabati, bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya. Dan mari kita terus mendoakan beliau dan keluarga,” katanya.

Di Gurabati, musholla itu kini berdiri. Bukan hanya sebagai bangunan fisik, tetapi sebagai penanda bahwa pengabdian panjang pada akhirnya menemukan tempatnya—di lantai tempat jidat bersujud.

Peresmian tersebut turut dihadiri Anggota DPRD Provinsi Maluku Utara Abdullah Hatari, para pimpinan OPD, Camat Tidore Selatan, Lurah Gurabati, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, serta para imam dan syara di Kelurahan Gurabati.

Bagikan

Berita Terkait

Empat Fraksi DPRD Menyetujui Ranperda APBD-P Tahun 2026

By Redaksi —

AKSESNEWS.COM, TIDORE – Empat Fraksi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tidore Kepulauan menerima dan menyetujui Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Anggaran...