Langsung ke isi
Senin, 5 Oktober 202615.55 WIT
TIDORE · MALUKU UTARA
Senin, 5 Oktober 2026 · 15.55 WIT
Olahraga

Dari Lintasan ke Ingatan, Tidore Family Run 2026 dan Cara Kota Pusaka Merawat Rindu

Bagikan
Dari Lintasan ke Ingatan, Tidore Family Run 2026 dan Cara Kota Pusaka Merawat Rindu

AKSESNEWS.COM, TIDORE – Pendaftaran resmi ditutup. Bukan karena waktu telah habis, melainkan karena antusiasme yang meluap. Menjelang hari pelaksanaan, Tidore Family Run 2026 mencatat lonjakan peserta di luar perkiraan panitia.

Dari warga lokal hingga perantau, dari pelari pemula hingga komunitas olahraga, semua ingin menjadi bagian dari satu peristiwa yang kini menjelma lebih dari sekadar ajang lari keluarga.

Ratusan peserta dari luar Kota Tidore Kepulauan termasuk dari Ternate dan sejumlah daerah lain dipastikan ambil bagian. Fenomena ini menempatkan Tidore Family Run sebagai salah satu agenda olahraga dan pariwisata paling menyita perhatian di awal 2026 di Maluku Utara, sekaligus menandai kebangkitan sport tourism berbasis komunitas.

Berbeda dari lomba lari pada umumnya, Tidore Family Run lahir dari gagasan sederhana: olahraga harus ramah, inklusif, dan membahagiakan. Tidak ada tekanan kompetisi, tidak ada jarak antara peserta dan penonton. Semua bergerak bersama. Ketua Panitia Tidore Family Run 2026, Nyong Barakati, menegaskan bahwa nilai kekeluargaan menjadi roh utama kegiatan ini.

“Ini bukan soal siapa yang paling cepat. Ini tentang kebersamaan, kesehatan, dan bagaimana lari bisa menjadi ruang temu keluarga dan masyarakat,” ujarnya.

Lintasan lari menjadi narasi tersendiri. Peserta akan melintasi ikon-ikon wisata dan situs bersejarah Kesultanan Tidore, menyusuri pesisir, dan melewati sudut-sudut kota yang sarat makna sejarah. Setiap langkah menjadi perjalanan kecil menelusuri identitas kota pusaka menggabungkan olahraga, wisata, dan edukasi sejarah dalam satu pengalaman.

Panitia melengkapi kegiatan dengan lomba foto selfie berlatar situs sejarah, beragam doorprize, serta aktivitas ramah keluarga. Konsep ini membuat Tidore Family Run terasa seperti pesta rakyat, bukan event eksklusif yang berjarak dengan masyarakat.

Lebih jauh, Tidore Family Run 2026 membawa dampak strategis bagi daerah. Kehadiran peserta dari luar Tidore berpotensi menggerakkan UMKM, sektor kuliner, transportasi lokal, dan jasa pariwisata. Event ini menjadi contoh nyata bagaimana olahraga dapat berfungsi sebagai alat promosi daerah yang efektif, murah, dan berkelanjutan.

Dengan membludaknya jumlah peserta, panitia memutuskan menutup pendaftaran dan memfokuskan perhatian pada kesiapan teknis. Pengaturan rute, pengamanan, serta layanan kesehatan terus dimatangkan melalui koordinasi lintas pihak. Panitia ingin memastikan bahwa antusiasme besar masyarakat diimbangi dengan penyelenggaraan yang aman dan berkesan.

Di balik seluruh rangkaian kegiatan ini, tersimpan makna emosional yang mendalam. Bagi panitia, khususnya anak-anak Tidore yang lahir dan besar di luar daerah, Tidore Family Run adalah momentum pulang kampung. Sebuah cara untuk kembali terhubung dengan keluarga, sejarah, dan tanah kelahiran.

Nyong Barakati menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kota Tidore Kepulauan yang telah memberi ruang dan dukungan penuh terhadap kegiatan ini.

“Kami berterima kasih kepada Ayah Erik, Abang Leman, dan Pak Sekda Ko Is yang telah membuka ruang bagi kami untuk pulang dan berkegiatan di Tidore. Bagi kami, Tidore Family Run bukan hanya kegiatan, tetapi juga bakudapa deng keluarga dan merawat rasa memiliki terhadap kota ini,” ungkapnya.

Ketika pendaftaran telah ditutup dan ribuan langkah bersiap dilepaskan, Tidore Family Run 2026 meninggalkan satu pesan penting bahwa sebuah kota kecil dengan sejarah besar mampu berbicara lantang melalui kebersamaan.

“Di Tidore, lari bukan sekadar olahraga, ia adalah cara merawat rindu, memperkuat identitas, dan memperkenalkan kota pusaka kepada dunia, “tutupnya. (*)

— AKHIR BERITA —
Bagikan

Berita Terkait